
Biaya mendirikan PT di Indonesia terdiri dari beberapa komponen yang sering tidak dijelaskan secara terpisah — itulah mengapa satu sumber bisa menyebut angka 3 juta rupiah, sementara sumber lain menyebut di atas 15 juta. Tidak ada yang salah; keduanya bisa benar tergantung jenis PT dan komponen apa saja yang diperhitungkan. Artikel ini merinci setiap pos biaya secara jujur agar kamu bisa menghitung anggaran sendiri tanpa kaget di tengah proses.
Selain itu, artikel ini juga membahas faktor yang membuat biaya naik atau turun, perbandingan urus sendiri vs pakai jasa, dan estimasi total berdasarkan jenis PT yang dipilih.
Pertama, setiap PT wajib memiliki akta pendirian yang dibuat notaris — dokumen dasar yang menjadi syarat sah berdirinya badan usaha. Selain itu, biaya jasa notaris bervariasi tergantung kota, kompleksitas susunan pengurus, dan reputasi kantor notaris. Secara umum berkisar antara Rp3.000.000 – Rp8.000.000 dan biasanya sudah mencakup penyusunan draf, penandatanganan, dan dokumen pendukung.
Selanjutnya, status PT belum sah sampai disahkan oleh Kemenkumham. Proses ini dikenakan biaya resmi berupa PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang umumnya berkisar Rp1.000.000 – Rp2.000.000. Nominal pastinya selalu cek di laman resmi Kemenkumham karena tarif bisa berubah sewaktu-waktu.
Kemudian, setelah badan hukum disahkan, langkah berikutnya adalah mengurus NPWP badan di DJP dan NIB melalui sistem OSS. Kabar baiknya, kedua dokumen ini tidak dipungut biaya resmi dari pemerintah — gratis. Meski demikian, prosesnya membutuhkan ketelitian, dan banyak pengusaha memilih menggunakan jasa agar tidak ada kesalahan input yang menghambat operasional.
Terakhir, PT membutuhkan alamat domisili yang sah secara hukum. Bagi usaha yang belum memiliki kantor fisik, sewa virtual office adalah solusi yang paling praktis. Biaya sewa virtual office di Jakarta Selatan umumnya berkisar antara Rp1.500.000 – Rp3.000.000 per tahun tergantung lokasi dan paket yang dipilih.
| Jenis PT | Komponen Utama | Estimasi Total |
|---|---|---|
| PT Perorangan | Pendaftaran online AHU, NPWP, NIB | Rp500.000 – Rp2.000.000 |
| PT Biasa (Persekutuan Modal) | Notaris, PNBP, NPWP, NIB, domisili | Rp6.000.000 – Rp15.000.000 |
| PT PMA | Notaris, PNBP, izin berusaha berbasis risiko, domisili | Rp15.000.000 – Rp30.000.000 |
Angka di atas bersifat estimasi umum. Dengan demikian, total aktual bisa berbeda tergantung kompleksitas usaha, jumlah pendiri, dan kebijakan masing-masing notaris atau penyedia jasa.
Secara hitungan di atas kertas, mengurus sendiri terlihat lebih murah karena tidak ada fee jasa. Namun dalam praktiknya, proses ini membutuhkan waktu tidak sedikit — bolak-balik notaris, memahami format dokumen OSS, dan memastikan tidak ada kesalahan input data.
Oleh karena itu, kesalahan kecil pada draf akta atau data NIB bisa berujung pada revisi yang justru memakan waktu dan biaya tambahan. Bagi pengusaha yang fokus membangun bisnis, menggunakan jasa pendirian PT seringkali lebih efisien secara keseluruhan karena ditangani pihak yang sudah berpengalaman dengan regulasi terbaru.
1. Berapa biaya minimal mendirikan PT Perorangan?
PT Perorangan adalah opsi paling hemat karena pendaftarannya dilakukan secara online melalui sistem AHU tanpa akta notaris. Total biayanya bisa di bawah Rp2 juta, tergantung kebutuhan tambahan seperti domisili usaha.
2. Apakah modal dasar PT harus disetor penuh di awal?
Tidak. Sesuai regulasi UU Cipta Kerja, modal dasar ditentukan berdasarkan kesepakatan para pendiri dan penyetorannya bisa dilakukan secara bertahap selama memenuhi persyaratan minimal dalam akta.
3. Berapa biaya notaris untuk PT biasa?
Secara umum berkisar Rp3.000.000 – Rp8.000.000 untuk PT biasa. Selanjutnya, bandingkan beberapa penawaran sebelum memutuskan, dan pastikan notaris yang dipilih memiliki pengalaman dengan pendirian PT sesuai bidang usaha Anda.
4. Apakah ada biaya tahunan setelah PT berdiri?
Ya — biaya rutin setelah pendirian meliputi sewa virtual office (jika menggunakan), kewajiban pelaporan pajak, dan pembaruan dokumen jika ada perubahan susunan pengurus atau data lainnya.
5. Apakah biaya PT PMA lebih mahal dari PT biasa?
Ya. PT PMA memiliki persyaratan tambahan — izin usaha berbasis risiko dan ketentuan modal yang lebih besar — sehingga total biayanya cenderung 2–3 kali lebih tinggi dibanding PT biasa.
Biaya mendirikan PT adalah gabungan dari notaris, PNBP Kemenkumham, pengurusan NPWP dan NIB (gratis), serta domisili usaha. Jenis PT yang dipilih — Perorangan, biasa, atau PMA — menentukan kisaran total yang perlu disiapkan. Semakin awal kamu memahami komponen ini, semakin mudah merencanakan anggaran tanpa kejutan di tengah proses.
Vorent Office siap menangani seluruh proses pendirian PT — dari penyusunan akta, pengesahan Kemenkumham, hingga NIB selesai. Cek layanan lengkapnya di jasa pembuatan PT Vorent Office.
Hubungi Kami