
Penambahan KBLI adalah langkah yang harus dilakukan saat perusahaan ingin memperluas bidang usahanya secara resmi dan legal. Kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) tidak hanya mengklasifikasikan jenis usaha, tetapi juga memengaruhi dokumen legal, perizinan OSS, dan dalam banyak kasus mengharuskan perubahan akta perusahaan.
Selain itu, artikel ini membahas kapan penambahan KBLI harus mengubah akta, prosedur resminya, dokumen yang dibutuhkan, serta manfaat dan tantangannya bagi perusahaan.
KBLI adalah sistem pengelompokan kegiatan usaha berdasarkan karakteristik dan jenisnya yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan memiliki kode KBLI yang tepat, kegiatan usaha perusahaan diakui secara resmi oleh pemerintah dan menjadi dasar penerbitan NIB serta izin operasional di sistem OSS.
Untuk memahami lebih dalam tentang cara memilih kode KBLI yang sesuai, baca artikel kami tentang KBLI adalah.
Tidak semua penambahan kode KBLI langsung memerlukan perubahan akta perusahaan. Namun, ada kondisi di mana perubahan akta menjadi wajib:
Oleh karena itu, sebelum memulai proses penambahan, penting untuk berkonsultasi dengan notaris untuk memastikan apakah akta perlu diubah atau cukup diperbarui di sistem OSS saja.
Pertama, tentukan kode KBLI yang paling sesuai dengan bidang usaha baru yang ingin ditambahkan. Gunakan referensi KBLI 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) atau cek melalui portal OSS untuk memastikan kode yang dipilih aktif dan sesuai dengan kegiatan bisnis.
Selanjutnya, siapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk proses permohonan, antara lain:
Kemudian, jika penambahan KBLI berdampak pada anggaran dasar, lakukan perubahan akta melalui notaris. Notaris akan menyusun akta perubahan yang mencantumkan kode KBLI baru, kemudian mendaftarkannya ke Kemenkumham untuk mendapatkan pengesahan resmi.
Terakhir, setelah akta diperbarui atau jika tidak ada perubahan akta, lakukan pembaruan data perusahaan di portal OSS. Masuk ke akun OSS, perbarui data KBLI, dan ajukan permohonan NIB atau izin baru yang sesuai dengan bidang usaha yang ditambahkan.
Secara umum, penambahan KBLI yang dilakukan secara resmi memberikan beberapa manfaat nyata bagi perusahaan:
Meskipun prosesnya kini sudah lebih mudah melalui OSS, ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi:
1. Apakah penambahan KBLI selalu harus mengubah akta?
Tidak selalu. Jika kode KBLI baru masih dalam ruang lingkup tujuan perusahaan yang sudah ada di akta, perubahan cukup dilakukan di sistem OSS. Namun, jika bidang usaha baru berbeda secara fundamental, perubahan akta diperlukan.
2. Berapa lama proses penambahan KBLI?
Jika hanya pembaruan OSS tanpa perubahan akta, bisa selesai dalam 1–3 hari kerja. Sementara itu, jika memerlukan perubahan akta, prosesnya bisa memakan 7–14 hari tergantung kelengkapan dokumen.
3. Bisakah satu perusahaan memiliki lebih dari satu KBLI?
Bisa. Sistem OSS memungkinkan satu NIB mencakup beberapa kode KBLI sekaligus, selama semua bidang usaha dijalankan oleh entitas yang sama.
4. Apakah ada batasan jumlah KBLI yang bisa ditambahkan?
Secara teknis tidak ada batasan, namun setiap kode yang ditambahkan harus benar-benar mencerminkan kegiatan usaha aktual perusahaan agar tidak menimbulkan masalah saat verifikasi lapangan.
5. Apa yang terjadi jika beroperasi dengan KBLI yang tidak sesuai?
Perusahaan bisa dikenai sanksi administratif, kesulitan mendapatkan izin sektoral, atau mengalami hambatan saat mengikuti tender yang mensyaratkan KBLI tertentu.
Penambahan KBLI adalah proses yang harus dilakukan dengan cermat — mulai dari memilih kode yang tepat, memastikan sinkronisasi dengan akta perusahaan, hingga pembaruan di sistem OSS. Dengan prosedur yang benar, ekspansi bidang usaha berjalan lancar tanpa risiko hukum.
Agar penambahan KBLI dan perubahan akta perusahaan berjalan tanpa hambatan, fondasi yang kuat dimulai dari mendirikan PT dengan KBLI yang tepat sejak awal bersama Vorent Office.
Hubungi Kami